Pemilih Milenial Antusias Ikuti Simulasi Pencoblosan

Foto : proses kegiatan simulasi tata cara memilih dalam acara sosialisasi pemilih milenial pemilu 2019 di SMK 4 Kaur

KAUR – Simulasi tata cara pencoblosan yang digelar Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kaur seru. Pasalnya kegiatan yang digelar di SMKN 4 Kaur, sekitar 40 siswa/i sudah berumur 17 tahun tersebut rame-rame ingin mengikuti simulasi pencoblosan pemilihan umum serentak 2019 ini. Termasuk siswa yang usianya baru 17 tahun pada 17 April 2019 mendatang juga yang pertama kali akan memberikan hak pilihnya juga ikut menyerbu lokasi simulsi.

Komisioner KPU Kabupaten kaur Irpanadi, S.Ikom membenarkan kalau simulasi yang digelar pertama kali dalam rangka sosialisasi pada pemilih melinial atau pemilih pemula ini cukup antusias. Bahkan hamper seluruh siswa yang langsung dikawal kepala sekolah SMKN 4 Kaur dan para dewan guru ingin mencoba mengikuti proses layaknya pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“ Kita memeng menyediakan sejumlah perlengkapan specimen kotak dan bilik suara, Selain itu juga jenis dan warna surat suaranya. Sebelum simulasi memang kami berikan pendidikan kepemiluan lebuh dulu. Seperti jenis dan warna surat suara baik untuk surat suara Capres dan Cawapres serta DPD RI, DPR RI, Dan DPRD Provensi, serta DPRD Kabupaten/Kota. Termasuk jenis surat suara sah dan tidak sahnya, ” ujar irpanadi yang langsung memberikan materi secara teknis usai kegiatan kemarin, (21/2).

Dikatakan Irpanadi, dengan dilakukan simulasi maka akan lebih memberikan pemahaman agar pertisipasi memilih pada 17 April mendatang tinggi dan menekan tingginya angka golput. Para pemilih pemula ini juga setelah dapat pengetahuan mereka juga diharapkan dapat mensosialisasikan atau menyampaikan tata cara pencoblosan tersebut kepada keluarga dan masyarakat dilingkunganya.

“ Hadir juga dalam sosialisasi para Relawan Demokrasi basis pemilih pemula dan Pantia Pemilihan Kecamatan Nasal. Kegiatan ini akan kami lakukan terus menerus bahkan ke seluruh sekolah tingkat menengah baik SMA, MA, SMK, bahkan juga akan dilakukan simulasi ke sekolah luar biasa (SLB), “ demikian Irpanadi. (*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *