Kaur Jadi Sampel Simulasi  Pencoblosan KPU Provinsi

Foto : Komisioner KPU Kaur menghadiri Kegiatan simulasi pencoblosan KPU Provinsi Bengkulu

KPU – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bengkulu menggelar simulasi pemungutan, penghitungan dan tekapitulasi hasil suara pemilu, Presiden, DPR,DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota tahun 2019. Menariknya proses pemilu di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Desa Selika I, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur dijadikan sampel simulasi tingkat Provinsi Bengkulu yang digelar mulai tanggal 26 Februari sampai 2 Maret di Grage Hotel Bengkulu.

Komisioner KPU Kabupaten Kaur Irpanadi, S.IKom mengatakan bahwa, proses simulasi diawali digelarnya terlebih dahulu bimbingan teknis seluruh Divisi Teknis dan Kasubag serta Ketua KPU se Provinsi Bengkulu. Dimana membahas tentang tata cara pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi serta penetapan calon terpilih. 

“Alhamdulillah kita bersyukur salah satu TPS di Kaur menjadi sampel. Pertimbanganya karena dalam satu TPS tersebut ada pemilih masuk DPT, DPTb dan DPK. Hasil pelaksanaanya bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” ujar Irpanadi sekaligus Divisi Teknis ini kemarin.

Dikatakanya, setelah bimtek barulah dilakukan simulasi. Dalam pelaksanaanya seluruh Divisi Teknis KPU se Provinsi Bengkulu bertugas langsung sebagai KPPS dan Linmas. Sebagian komisioner KPU lainnya menjadi sebagai saksi parpol dan caleg serta panwas. Juga sebagai pemantau.

“Simulasi dilakukan untuk mengetahui tata cara tahapan pencoblosan. Mulai dari pendiatribusian logistik dari KPU hingga sampai ke KPPS. Kemudian tugas masing-masing KPPS. Termasuk dalam proses pelayanan kepada pemilih yang ingin memberikan hak suaranya. Termasuk pemilih yang masuk dalam DPT dan DPTb serta DPK.  Termasuk pemilih yang disabilitas juga dipraktikan selayaknya proses pencoblosan benaran,” jelasnya.

Kemudian setelah proses pencoblosan juga dilanjutkan dengan rekapitulasi di tingkat KPPS, serta ditingkat PPK. Tahap demi tahap dilakukan dan dibahas secara rinci. Termasuk mengatasi hal-hal yang tak diinginkan disaat proses pencoblosan. 

“Intinya kita melakukan proses tahapan pencoblosan. Sehingga pada waktu hari pelaksanaan 17 April 2019 mendatang tidak ada keraguan dan hambatan lagi. Masyarakat yang sudah memenuhi syarat memilih tidak ada yang tercecerkan dan tidak ada aturan yang dilanggar. Agar partisipasi memilih dan proses tahapan berjalan lancar,” imbuhnya. 

Lalu proses simulasi akan digelar secara berjenjang sampai ke KPPS.  Nantinya juga akan diikutkan juga PPK. Terutama KPPS yang TPS nya ada pemilih masuk DPTb dan DPK. “Yang nantinya dalam proses rekapitulasi nanti akan membedakan hasilnya ada di DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota. Terutama dalam penggunaan DPTb. Kita berharap nanti simulasi ditingkat Kabupaten dan sampai ke KPPS bisa maksimal,” pungkasnya.(*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *